Jawaban singkat
Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf dan ditularkan lewat gigitan atau air liur hewan penular rabies seperti anjing dan kucing. Menurut Kemenkes, pada 2024 tercatat 185.359 kasus gigitan hewan penular rabies dan 122 kematian akibat rabies pada manusia, dan 26 dari 38 provinsi di Indonesia merupakan daerah endemis. Bila tergigit, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti rabies.
Data rabies di Indonesia
- 2024: 185.359 kasus gigitan hewan penular rabies dan 122 kematian manusia.
- Januari–7 Maret 2025: 13.453 kasus gigitan dan 25 kematian.
- 26 dari 38 provinsi merupakan daerah endemis rabies.
- Sekitar 40% orang yang digigit hewan tersangka rabies adalah anak di bawah 15 tahun.
Sumber: Surat Edaran Kemenkes HK.02.02/C/508/2025.
Gejala rabies pada anjing dan kucing
- Perubahan perilaku: jadi agresif atau justru menyendiri.
- Air liur berlebihan dan sulit menelan.
- Menggigit benda atau menyerang tanpa sebab.
- Kelumpuhan yang dimulai dari rahang atau kaki belakang.
- Gelisah dan peka terhadap cahaya atau suara.
Pertolongan pertama bila tergigit
- Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit.
- Pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) sesegera mungkin.
- Laporkan hewan yang menggigit ke dinas kesehatan hewan setempat.
- Bila hewan berpemilik, hewan perlu diobservasi sesuai arahan petugas.
Cara mencegah rabies
- Vaksin rabies rutin untuk anjing dan kucing — Kemenkes menegaskan pemilik hewan peliharaan wajib memvaksin rabies secara rutin.
- Jangan membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas.
- Ajari anak untuk tidak mengganggu hewan yang tidak dikenal.
Kategori luka gigitan yang perlu diketahui
Surat edaran Kemenkes membagi kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies ke dalam beberapa kategori risiko, dan penanganannya — termasuk pemberian vaksin anti rabies — disesuaikan dengan kategori tersebut oleh tenaga kesehatan. Karena itu setiap gigitan sebaiknya dilaporkan ke fasilitas kesehatan, jangan dinilai sendiri.
Mitos dan fakta rabies
- Mitos: anjing peliharaan yang terlihat sehat tidak mungkin rabies. Fakta: hewan tetap perlu divaksin; gigitan tetap harus ditangani.
- Mitos: luka kecil tidak perlu dicuci lama. Fakta: cuci dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit sesuai anjuran Kemenkes.
- Mitos: rabies hanya dari anjing. Fakta: kucing dan beberapa hewan lain juga bisa menularkan rabies.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah kucing bisa menularkan rabies?
Bisa. Kucing termasuk hewan penular rabies, jadi vaksin rabies untuk kucing juga penting di daerah endemis.
Apa yang harus dilakukan setelah digigit anjing?
Cuci luka dengan sabun dan air mengalir 15 menit, lalu segera ke fasilitas kesehatan untuk vaksin anti rabies.
Apakah rabies bisa disembuhkan?
Rabies yang sudah menimbulkan gejala hampir selalu fatal. Karena itu pencegahan lewat vaksin dan penanganan cepat setelah gigitan sangat penting.
Di mana bisa mendapatkan vaksin anti rabies?
Datangi fasilitas kesehatan terdekat atau Rabies Center di daerahmu.
Apakah hewan yang menggigit harus dibunuh?
Tidak selalu. Hewan berpemilik yang tampak sehat biasanya diobservasi sesuai arahan petugas kesehatan hewan.
Baca juga
- Jadwal Vaksin Anjing Lengkap: Vaksin Inti, Rabies, dan Booster Menurut WSAVA
- Jadwal Vaksin Kucing Lengkap: Vaksin Inti, Usia, dan Booster Menurut WSAVA
- Makanan Berbahaya untuk Kucing dan Anjing: Daftar yang Wajib Dihindari
Sumber & referensi
- Kemenkes RI — SE HK.02.02/C/508/2025 Kewaspadaan terhadap Kasus Rabies
- WSAVA — 2024 Guidelines for the Vaccination of Dogs and Cats
Catatan: artikel ini disusun Tim Pawprolis untuk edukasi pemilik hewan dan tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan dari dokter hewan. Bila anabul menunjukkan tanda bahaya, segera hubungi dokter hewan terdekat. Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2026.




